« Where is my soul..? | Main | Virgin..? penting gak sih...? »

Learn Good From The Bad

23 tahun lebih sudah gw hidup, semakin waktu berjalan semakin bertambah pengalaman. There are so many people I'd been talked, I'd knew..mereka sangat beragam dengan kepribadian, ras, agama, latar belakang dan tentunya pengalaman mereka yang berbeda, semakin menambah perbendaharaan pengetahuan gw tentang hidup. Dunia hitam dan putih hidup berdampingan dengan gw..di tambah dengan Dunia Lain. Semakin gw mencari kebenaran, semakin gw temukan kebusukan, kemunafikan, YA bisa menjadi TIDAK, dan BENAR bisa menjadi SALAH, begitu juga sebaliknya. "Mutiara" yang kelihatatan baik ternyata tidak lebih dari setumpuk sampah yang merasa lebih bersih dari tumpukan sampah lain, sedangkan yang dianggap "Sampah" ternyata jauh lebih berguna dari pada "Mutiara" yang kelihatan berkilau.
Sebenarnya apa isi dunia ini?...Perang dimana-mana, kecaman dan kritik menyebar bak polusi yang mengotori pikiran orang banyak, yang kotor merasa bersih, sehingga merasa pantas menyapu semua sisi yang kotor, dan yang menjadi fakta paling menyedihkan adalah bahwa tak sedikit orang-orang yang demikian kebanyakan orang yang justru rajin beribadah. Sory..gw ga bermaksud merendahkan atau mengecap bahwa orang2 yang rajin beribadah adalah orang yang demikian. Tapi dari beberapa orang yang gw kenal atau gw pernah temui, bisa gw bilang hampir 70% begitu...Sekali lagi maaf gw ga bermaksud menjelekkan mereka yang telah gw kenal, tapi itu adalah fakta yang gw temukan dalam pengalaman hidup gw..Tapi secara pribadi gw ga mengelak bahwa diri gw sendiri pun kadang sering menjelekkan orang lain atau mungkin menganggap remeh orang2 yang demikian..Intinya gw cuma mau bilang bahwa orang - orang begitu sudah banyak ditemukan dalam hidup ini..
Namun bukan masalah banyak atau tidaknya, melainkan bagaimana kita sebagai manusia setidaknya harus belajar dari pengalaman hidup orang lain, entah itu pengalaman buruk atau baik, bukan mengahakimi mereka seolah kita adalah Tuhan...
Sebelumnya saya mohon ampun kepada Tuhan dan maaf bagi yang sempat membaca....Gw bukan ingin mendikte orang lain..tapi ini hanya pengalaman gw yang tidak bisa dijadikan patokan untuk orang lain..
Gw kenal beberapa orang yang rajin sembahyang..baik itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dsb. Gw jg kenal dengan orang2 yang jarang sembahyang, pemabuk, pecandu, pelacur, preman dan macam - macam kejahatan yang pernah mereka lakukan, baik yang sudah tobat maupun belum...Jika dilihat sepintas gw rasa, banyak orang akan menilai bahwa orang2 yang rajin sembahyang tersebut adalah orang yang "baik" dan mereka para pemakai, pecandu dsb..adalah "sampah" yang tak boleh didekati..karena akan membawa kita pun menjadi salah satu "sampah" seperti mereka..Namun apakah anda percaya bahwa kita tidak bisa mengambil sedikit pun dari mereka yang dianggap "sampah"..?
Gw pernah mendengar dari mereka yang "saleh" mengatakan.."rajinlah ke Gereja dosa mu sudah banyak", atau "sholatlah sebelum engakau d sholati org lain..Gw rasa ucapan mereka itu tidak salah..lalu masalahnya apa..? Gw bisa mengambil contoh baik dari mereka..yaitu "rajin sembahyang"..lalu contoh lainnya..? Mungkin gw bsa sedikit bercerita..
Ketika mereka orang2 yang saleh melihat pelacur mereka berkata.."hiih pelacur, najis..mereka itu cuma perempuan murahan", "orang jarang sembahyang kaya gitu paling matinya ga jauh dari neraka", "iih..kerja cuma pegawai negeri kok bisa kaya..paling korupsi tuh.." dan banyak lagi perkataan2 lain yang bernada menghakimi...OK..mereka boleh berkata begitu, tapi apa mereka pernah memikirkan..kenapa orang tsb bisa begitu..? Apa yang bisa gw lakukan utk membantu mereka..? Hampir seluruh dari mereka tidak ada yang mempedulikan, mereka terlalu sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan kenapa itu terjadi..JIKA SALAH..MAKA YA PATUT DISALAHKAN..tanpa memberi solusi..
Orang2 "saleh" itu merasa hidupnya sudah benar dan berada di jalan Tuhan..Kadang hati gw bertany..KENAPA..? KENAPA MEREKA YANG GW LIHAT SALEH..MERASA DIRINYA ADALAH YANG PALING BENAR..? Mereka mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi kenapa lebih sering tunduk kpada HARTA, Mengaku berjalan di jalan Tuhan, tetapi mengapa tega melihat orang lain MENDERITA. Yang menyedihkan orang2 seperti mereka yakin dirinya pantas masuk SURGA..? Tidak takut mereka mencaci, menghardik, menghakimi orang lain dengan nama TUHAN..siapakah mereka..? Maling teriak Maling......
Orang2 yang dianggap sampah oleh orang lain..justru takut mendengar nama TUHAN..mereka merasa tidak pantas menyebut namaNya, mereka merasa dirinya kotor, kadang orang tidak mengerti kenapa mereka berbuat demikian..orang2 ini tahu bahwa dirinya bersalah dan hanya PENDOSA yang tak pantas menjadi hamba Tuhan Yang Maha Esa..mereka tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain...tapi mereka percaya..TUHAN sayang kepada mereka...ketika terbentur dan memanggil nama Tuhannya..mereka hanya bisa menangis menyesali dosanya..
Manakah yang lebih baik..? Anda bisa menilai sendiri...Tapi sekali lagi gw mohon maaf bagi mereka yang "rajin sembahyang"..tolong jangan berhenti untuk rajin beribadah..tapi jangan lupa juga bahwa kita adalah manusia yang masih penuh dengan dosa..kita tidak pantas untuk mengakimi orang lain...BIAR TUHAN YANG MENGADILI MEREKA, KARENA TUHAN MAHA MENGETAHUI APA YANG DIBUTUHKAN HAMBANYA............

                            

Comments

ah saya setuju skali mass...
kita sepaham

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .